Dewa Inspirasi, Di Manakah Kau Berada?

Image

Gackt, dewa inspirasi saya. Ahaha, ini kan ceritanya!

Di kantor saya, tiap Jumat diadakan kegiatan hiburan yang sifatnya berbagi hal-hal menyenangkan dan inspiratif atau memotivasi. Jumat minggu lalu, video pendek yang diputar bikin saya ngejedang. Video Elizabeth Gilbert saat dia berbicara di ajang TEDx. I’m not a fan of her, nor a hater. I just don’t read her book nor watch the movie. Saya merangkum pembicaraannya dalam bahasa dan penangkapan saya sendiri bagi mereka yang males atau tidak sempat menonton videonya, atau semata-mata ingin baca tulisan saya😀

Anyway, dia berbicara tentang momen inspirasi yang biasanya terjadi di orang-orang kreatif. Orang-orang ini biasanya dianggap memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibanding orang kebanyakan. Mengapa? Karena dianggap sebagai orang kreatif, mereka dianggap mampu untuk menghasilkan sesuatu yang tidak biasa. Dan jika ekspektasi itu tidak terpenuhi, mereka dianggap gagal. Tekanan ini akan semakin besar, jika orang kreatif tersebut telah menghasilkan sebuah mahakarya. Maka masyarakat akan menanti-nanti karya berikutnya, dan membandingkannya dengan mahakaryanya itu. Karena itu tidak jarang seorang insan kreatif hanya menghasilkan satu mahakarya yang membuat dia dikenal, lalu tidak ada karya lainnya.

Elizabeth Gilbert pun mengalami hal seperti ini. Buku Eat, Pray, Love-nya meledak di pasaran dunia. Best seller dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Menurutnya, hampir setiap orang yang bertemu dengannya, menanyakan apa karya berikutnya? Apakah dia tidak takut buku berikutnya tidak sefenomenal Eat, Pray, Love? Bahkan dia telah dihadapkan oleh pertanyaan semacam itu saat dia memutuskan untuk menjadi penulis. “Kamu tidak takut untuk menjadi penulis? Yakin dengan itu kebutuhanmu bisa tercukupi? Yakin kamu akan menjadi penulis handal?”. Kalau menyangkut pekerjaan/profesi, ga ada yang mempertanyakan seorang engineer misalnya, apakah dia yakin mau menjadi seorang engineer, apakah dia yakin menjadi seorang engineer bisa mencukupi kebutuhannya.

Gilbert pun berkisah, di masa lalu, jaman para filsuf dan seniman Yunani-Romawi berjaya, kreativitas tidak dianggap berasal dari buah pikiran masing-masing individu. Kreativitas merupakan satu entitas lain yang memilih untuk mendekat dan hinggap pada orang tertentu. Individu tersebut hanyalah semacam vessel, alat untuk melahirkan hasil kreativitas tersebut. Jika berhasil, maka pujian tidak sepenuhnya diterima dengan jumawa oleh si seniman, karena itu bukan murni karyanya. Sebaliknya, jika gagal, maka seniman tersebut tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena toh itu berarti dewa kreativitas yang menghinggapinya lagi bodoh aja.

Walaupun terkesan aneh dan lucu, tapi pemikiran seperti ini menyelamatkan. Tekanan sosial pada para seniman dan orang-orang kreatif lainnya tidak terlalu menyesakkan. Orang bisa berkarya dengan bebas, tanpa deadline yang mengharuskan dia menghasilkan suatu karya dalam waktu tertentu.

Berbicara tentang momen inspiratif (saya lupa apa istilahnya untuk ini, nanti kalo udah ketemu, saya update deh), Gilbert bercerita tentang inspirasi atau ide yang suka datang mendadak dan macam-macam cara orang menghadapinya. Bagi temannya yang seorang poet, ide datang ibarat gemuruh geluduk yang kian mendekat. Dia akan meninggalkan semua yang dikerjakannya, untuk berlari dan mengambil alat tulis. Karena jika dia tidak buru-buru, maka gulungan ide tersebut akan pergi melewatinya begitu saja untuk mencari orang lain yang bisa mewujudkannya dalam tulisan.

Gilbert juga berkisah tentang temannya yang seorang musisi. Suatu hari, saat sedang menyetir mobil, sebuah melodi terus-terusan terngiang di kepalanya. Dia tidak bisa langsung mengabadikannya karena dia tidak bawa alat tulis ataupun alat perekam. Jadi yang dia lakukan adalah, menatap langit & berseru, “Can’t u see I’m driving? Go get someone else to bother!”

Jadi dari cerita Gilbert tersebut, ada 2 tipe orang saat menghadapi ide yang datang mendadak. Yang pertama, meninggalkan semua untuk menangkapnya, dan yang kedua, mengatur sendiri kapan dia mau ide untuk menghampirinya.

Gilbert pun sempat mengalami writer’s block saat menulis Eat, Pray, Love. Saat itu, dia teringat kisah filsuf/seniman Yunani dan juga kisah teman-temannya. Dia lalu menoleh ke sudut kosong ruangannya, lalu bilang, “I’ve done my part, I did my best. Now it’s your turn.”

Salah satu dari 20 menit paling menyenangkan yang saya lalui. And yea, saya pun bersemangat kembali untuk menulis. Emang sih belum nulis fiksi/fantasi—atau ngelanjutin ide novel yang udah mandeg setaun—suatu hal yang sangat saya gemari, karena dewa inspirasi lagi males mampir ke rumah saya. But hey, setidaknya saya nulis ini kan? ^^

9 thoughts on “Dewa Inspirasi, Di Manakah Kau Berada?

  1. Baru kenalan dgn ‘dewa inspirasi’ di tulisan ini, dan berharap sang dewa suatu saat menyinggahi saya (lagi) n kita bisa bercengkerama dgn baik😉 ◦τнαηks◦ kei, this is inspiring.

    • dulu pernah kenal ama dewa inspirasi, tapi life happens dan kita berdua sama2 ngejauh. i’m trying to call him back now, trying to make form of him in my mind so he’d be easier to summon.

      good luck for me & u too😉

      • Kalau gw sepertinya lagi perang terbuka sama si Dewa Inspirasi. Ga ada baik-baiknya sama sekali. Padahal sudah berusaha melakukan rekonsiliasi, tapi hasilnya nihil. Sediiiihhh… Butuh ketemu dan ngobrol2 tentang tulisan lagi nih.

  2. Lucky you, Dewa Inspirasi menghampiri kediaman lu pas nulis ini. Sementara gw, sepertinya the God of Inspiration has abandoned me since a long time ago. Eniwei, gw enjoy baca tulisan lu. Mengalir dengan santai. Pasti lu juga enjoy pas lagi nulls ini… :p

    • lagi di kantor tuh, untung lagi ga ada kerjaan mendesak.

      yea, i wrote this without pausing or editing (i didn’t realize it was so clear). that’s why u’re gonna find many repeating words, haha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s