Drama of 2011/2012 Season

Minggu malam (13 Mei 2012) kemarin di Liga Inggris adalah drama. Sedrama-dramanya. Dua gol Manchester City ke gawang QPR di injury time. Fantastis. Oh well, MU pernah juga gitu sih. Pas final Liga Champions tahun 1999, MU (lewat Sheringham & Solskjaer) bikin 2 gol. Bayern Munich yang udah unggul 1-0 pun terdepak dari tahta juara yang nyaris mereka raih. Drama semacem itu terulang lagi tadi malem. Manchester City unggul 3-2, dan supremasi MU pun tergeser. Mirisnya itu liat tampang pemaen-pemaen MU, baru aja seneng-seneng, eh dapet kabar City menang lawan QPR. Oh well.

Actually, it was kinda funny to see Phil Jones’ disbelief expression >_<

Phil Jones. This isn’t his expression from last night’s match. It’s only so u can see his rather stupid face xD (pic from goal.com)

I’m gutted with the result. Of course. MU is the main reason why I love football in the first place. Pertama liat Eric Cantona dan Peter Schmeichel beraksi itu rasanya kayak ada yang nyalain AC di kamar yang sumpek. Kayak seteguk air putih dingin setelah puasa seharian. Or just like a beautiful melody playing in your ears.

Eric “The King” Cantona. Check his collar, high like a king😀 (pic from soccernews.com)

Peter Schmeichel, the Dannish goalkeeper. Come at me, bro! (pic from sabotage.com)

And so it was, I was drawn just like that to Manchester Utd. Seakan haus mengejar apa yang telah terlewatkan, hampir tiap pertandingan sepakbola Liga Inggris pun ditonton, apalagi MU. Ga boleh ada yang ajak ke mana-mana. Setia di depan tv. Haha.

Life happened, dan saya pun ga segitu laparnya akan MU. Mulai ga rajin ngikutin pertandingannya. Cuma mantau skor pertandingan sekadarnya. But no doubt, Manchester Utd still in my blood. Dan sama kayak Eric Cantona dan Peter Schmeichel yang bikin saya terjebak ke merahnya Manchester, kali ini seorang striker mungil bernama Chicharito bikin saya kepincut lagi ama kesebelasan satu ini. Oke, dia mungkin ga semungil itu. He’s 175 cm. Tapi cukup pendek lah kalo dibandingin ama Van Der Sar (oke, siapa pun akan keliatan mungil dibanding kiper 197 cm ini), atau Rio Ferdinand (189 cm), atau Phil Jones (180 cm).

Yes, Chicharito, Manchester Utd is in my heart, too :3 (pic from groupfootball.com)

Chicharito, the Mexican striker of Manchester Utd😀 (pic from mexicotoday.com)

Someone please stop me, or I’ll rant endlessly about Chicharito :p

Anyway, penampilan MU musim 2011/2012 ini emang ga terlalu gemilang. Masih perkasa. Hanya aja, ga terasa istimewa. Tertatih-tatih di beberapa langkah. Saat kembali berlari, eh malah kesandung. Alhasil, drama pun masih bertiup sampai detik-detik terakhir pertandingan.

But, Manchester United is in my blood. Then and now. From that one day in more than 15 years ago, until now and ever.

2 thoughts on “Drama of 2011/2012 Season

  1. dulu, ngefans sama MU karena ada Beckham dan juga Solskjaer. pas Beckham pindah ke Madrid, entah gimana ceritanya lebih seneng nonton pertandingan Liverpool.

    terus, semenjak Liverpool “nyuri” Champions Cup dari Milan, jadilah lebih ngefans sama MU lagi. ngefans-nya pun karena respek banget sama Fergie. beliau “jago” buat nemu dan ngasah bakat pemain-pemain yang dia punya sekaligus bangun teamwork yang ciamik. walau, pernah sempet ketawa geli juga pas MU lawan Milan di Champions, karena bisa kalah sampe 3-0 di taun 2007.. tapi ya, tetep aja MU still my fave buat tim di liga Inggris.

    pas Chicarito jadi skuadnya MU, makin seneng lagi nonton setiap pertandingan MU. alesannya, pemain latin di skuad MU itu.. rasanya cuma ada 1-2 di setiap “generasinya”, makanya kudu ditonton banget — terutama kalo Chicarito main

    tapi ya.. di musim ini, “ikhlas” aja kalo City yang jadi juara BPL. karena, City udah lama kan ga jadi juara BPL? kasihlah.. semusim ini aja.. lagipula, MU juga bukannya inferior atau kalah jauh.. poin akhir sama, “cuma” beda selisih gol ajah..:mrgreen:

    Forza Milan!

    • Iya, Ferguson emang sosok paling penting di balik MU. Ga yakin ada yg bisa gitu slaen dia. Tapi mudah2an ada sih, dan lebih baik lagi malah😀
      Sepakbola Inggris yang pertama mencuri hati, jadinya susah menikmati sepakbola liga laen, walopun bukan berarti ga suka. Makanya, saya lebih pantes dibilang “penggemar MU” dan bukan “penggemar sepakbola”😀
      Ga keberatan sih trofi liga “dicolong” City. Ga papa lah, sekali2 =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s