Daily Life of a Stay-at-Home Mom-to-be

  • Pagi-pagi kebangun dan bertanya-tanya ini hari pengambilan sampah atau bukan. Kalo bukan, tidur lagi. Kalo iya, bangun tertatih-tatih untuk buka pintu pager.
  • Elus-elus perut yang kedutan karena baby Peanut juga ikutan bangun.
  • Kelewatan tukang sayur pagi karena terlalu malas untuk bangkit dari kasur. Berharap tukang sayur yang agak siang jualan.
  • Mengeluh pada tukang sayur yang agak siang betapa mahalnya harga bahan makanan sekarang. Tapi tetep dibeli juga, abisnya mau gimana lagi.
  • Masak. Sarapan. Ngemil.
  • Ngurusin suami yang mau berangkat kerja.
  • Melapar lagi sebelum tengah hari. Membujuk baby Peanut supaya sabar sebentar, because I’m too sleepy to eat.
  • Menjelang tengah hari udah kriyep-kriyep. Niatnya baring-baring, eh ternyata ketiduran beneran.
  • Sore ke rumah ortu, ngobrol ini-itu, main ama keponakan.
  • Magrib pulang. Mainan hape, nonton tv, nunggu suami pulang.

2 thoughts on “Daily Life of a Stay-at-Home Mom-to-be

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s